Most Viewed

New Articles

New Comments

Search in the Quran

Search:
Download | Free Code
www.SearchTruth.com

Search in the Hadith

Search:
in
Download | Free Code
www.SearchTruth.com

Shout Box

Archieves

Java Bean, Sari Bubuk Kedelai dan Kacang Hijau Instan tanpa pemanis buatan, tanpa pewarna, tanpa pengawet kimiawi, aman dan sehat dikonsumsi.
Java Bean, Minuman Sehat Keluarga Bahagia.
Chanalbumin adalah produk yang dibuat dari ikan kutuk (channa striata) berbentuk powder yang dikemas dalam kapsul, sehingga praktis dan mudah dikonsumsi. Chanalbumin terbuat dari daging ikan kutuk segar
2010
08
Oktober
Mufti Aziz Ahmad - 08 Oktober 2010 17:27:43 - Catatan Pojokku - (359 time(s) viewed)
Makin terungkap bobroknya pemerintahan negara kita tercinta. Setelah mantan Menkes Siti Faadilah Supari mengungkap keluh kesahnya “ditegur” oleh Kepala Negara terhormat karena membongkar kasus NAMRU, kali ini Eva Kusuma Sundari bersumber info dari BIN membuka isu, 76 Undang-undang produk DPR (usulan dari Pemerintah) adalah pesanan asing. Tentunya hal ini dalam upaya menguasai kekayaan alam di Indonesia. Gila!

Anggota DPR dari PDIP, Eva Kusuma Sundari, mengungkapkan bahwa ada campur tangan asing terlibat dalam penyusunan puluhan undang-undang di Indonesia. “Ada 76 undang-undang yang draft-nya dilakukan pihak asing,” Hal ini telah berlangsung puluhan tahun!

Berikut ini salah satu artikel yang dimuat di Tempo Interaktif :

Eva: Asing Intervensi 76 Undang-undang
Jum’at, 20 Agustus 2010 | 16:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta –Anggota DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan, ada campur tangan asing terlibat dalam penyusunan puluhan undang-undang di Indonesia. “Ada 76 undang-undang yang draft-nya dilakukan pihak asing,” kata Eva saat dihubungi Tempo, Jumat (20/8).

Eva mengatakan, temuan ini diperolehnya dari sumber Badan Intelijen Negara. Puluhan UU dengan intervensi asing itu dilakukan dalam 12 tahun pasca reformasi. Inti dari intervensi ini adalah upaya meliberalisasi sektor-sektor vital di Indonesia. Contohnya, UU tentang Migas, Kelistrikan, Pebankan dan Keuangan, Pertanian, serta sumber Daya Air.

Menurut dia, semua undang-undang tersebut adalah usulan pemerintah. “Tidak ada yang dari DPR,” kata politikus PDIP ini. Eva menyesalkan mengapa pemerintah lebih mengakomodasi kepentingan asing dalam undang-undang tersebut. Padahal, pemerintah telah berpengalaman selama 65 tahun kemerdekaan. “Di sana juga berkumpul orang-orang pinter,” ujarnya.

Eva mengakui meskipun pada akhirnya undang-undang tersebut juga dibahas bersama di DPR, kalangan Dewan tidak bisa banyak diharapkan mencegah intervensi asing itu. “Secara kapasitas, kapabilitas, belum balancing antara DPR dengan pemerintah,” ujarnya.” Apalagi kebanyakan anggota Dewan adalah orang baru yang mungkin belum terlalu berpengalaman.”

Menurut Eva, akibat intervensi itu telah dirasakan masyarakat kini. Contohnya, dalam industri perbankan dan pertanian. Di industri perbankan, aset bank nasional masih miskin. Pada bidang pertanian, nasib petani makin rentan. “Kita sangat tergantung pada impor akibat liberalisasi yang dilakukan,” ujarnya.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/08/20/brk,20100820-272793,id.html

Negara ini semakin tergadaikan ke pihak asing. Jadi, siapa sesungguhnya pemilik negeri Katulistiwa ini? Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, milik siapa? Dipergunakan untuk kemakmuran siapa?

Mufti Aziz Ahmad
Siapkan secangkir kopi, sambil membaca-baca artikel yang ada :)
Pembaca yang baik selalu meninggalkan komen yang baik.
Silakan share artikel-artikel yang ada, tetapi harus mencantumkan sumber asli artikel (ada yg tulisan saya, ada juga yang kutipan)

Silakan tinggalkan komentar Anda


Masukkan kode di atas:

Contact Us

Mitra Teknologi

c/p Mufti Aziz Ahmad

Jl. Bandeng Raya No I-09

Minomartani, Sleman

Email : mufti.aziz@gmail.com

Live Traffic Feed