Selamat datang di Blog "catatan pojok". Silakan baca, silakan komentar n saya sangat berterima kasih jika berkenan mengisi Buku Tamu. Enjoy it.

Ada yang Belum Tahu? Google Bisa Jadi Kalkulator.
Ketikkan 123 + 345, maka akan muncul hasilnya atau 12% of 300 * sin(30) dsb.. silakan coba.
Btw, fungsi trigonometrinya pake radian bukan derajat.


Syahdan, seorang ibu selalu menangis sepanjang tahun. Mengetahui hal itu, seorang bijak mendatanginya untuk mengetahui penyebabnya.
"Ibu, mengapa Anda selalu menangis sepanjang tahun? Apakah ada hal yang merisaukan Anda?"
"Begini Pak. Saya memiliki dua orang anak perempuan. Yang sulung kerjanya berjualan payung, yang bungsu kerjanya berjualan sepatu kain. Jika datang musim kemarau, maka putri sulung saya jualannya tidak laku. Itulah sebabnya saya menangis sepanjang musim kemarau. Ketika datang musim penghujan, maka putri bungsu saya yang tidak laku jualannya. Makanya saya juga menangis sepanjang musim penghujan, mengingat nasib anak bungsu saya."
"Oh, begitu ya.." si Bijak mulai memahami masalahnya.
"Bagaimana jika datang musim kemarau, Anda mengingat jualan putri bungsu yang akan laku keras, sementara saat datang musim hujan, ibu mengingat jualan putri sulung yang juga akan laku keras? Bukankah dengan demikian Anda akan selalu merasa gembira dan penuh syukur?"
Si Ibu termenung sejenak. Raut mukanya menjadi cerah.
Sejak saat itu si Ibu tidak pernah lagi menangisi nasib anaknya, melainkan selalu bersyukur sepanjang tahun.
* Bersyukurlah, maka Allah SWT akan menambah nikmat kepadamu *
disadur dari buku "Life is Beautiful", semoga bermanfaat.
Dibawah ini sebuah video yang menampilkan ulah dua perawat di sebuah Nursing Centre memperlakukan pasiennya yang sudah tua dan tak mampu berbuat apa-apa dengan cara tidak bermoral dan tidak manusiawi.
Perawat itu membiarkan pasiennya, seorang wanita tua, telanjang beberapa saat di bawah kipas angin yg dinyalakan kencang, dan setelah diberi baju diangkat dan lemparkan demikian saja ke tempat tidur lain seperti karung goni. Bahkan si perawat juga menampar pasien ini ketika ia mengeluh kesakitan. Adegan ini terekam lewat kamera tersembunyi. Panti Jompo itu adalah Nightingale Nursing Center di Singapura.

Derek Redmond adalah atlit lari dari Inggris, pemegang rekor nasional Inggris untuk lari 400 meter, memenangkan medali emas untuk lari estafet 4x400 meter pada Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Eropa dan Pekan Olahraga antar negara Commonwealth. Pada olimpiade Barcelona 1992, dia adalah kandidat juara lari 400 meter.
Barcelona, 1992
Derek Redmond mulai berlari, namun larinya terhenti pada 150meter. Derek jatuh karena cedera hamstring. Derek terisak-isak. Ia terkapar di arena lari. Namun apa yang terjadi kemudian sungguh luar biasa.
Ia bangkit. Ia berlari, sambil terpincang-pincang menahan rasa sakit. Beberapa official mendekatinya dan menyuruhnya berhenti, namun ia tidak menggubrisnya. Ia terus berlari. Tiba-tiba dari kerumunan penonton, seseorang berlari mendekatinya, setelah berhasil menerobos penjagaan pihak keamanan stadion. Ia merangkul Derek.
Ia mengatakan, "Nak, sebaiknya kamu berhenti. Tidak mungkin kamu bisa menang.."
Derek menjawab, "Tidak. Aku harus berlari sampai finish."
Orang itu berkata lagi, "Baiklah. Mari kita berlari bersama. Ulurkan tanganmu ke pundakku..."
Demikianlah, mereka berdua berlari sepanjang lintasan, sampai garis finish.
Kegigihan Derek memukau penonton saat itu. Meskipun Derek didiskualifikasi dari lomba, 65.000 penonton melakukan standing ovation pada saat ia memasuki garis finish. Derek kalah dari lomba, namun ia memenangkan hati penonton. Dia mengalahkan rasa sakitnya, dan memenangkan lomba untuk dirinya sendiri.
Pria yang mendukung sepenuhnya aksi Derek itu adalah ayahandanya, Jim Redmond.
Luar biasa. Inilah momen tak terlupakan dari Olimpiade Barcelona 1992. Kisah ini sangat menginspirasi, dan seringkali menjadi favorit para motivator.
Riwayat hidupnya bisa juga dilihat di Wikipedia, http://en.wikipedia.org/wiki/Derek_Redmond
Semoga bermanfaat.
Artikel ini ditulis tahun 2005 oleh Andreas Harsono )*
Pantau punya tujuh kriteria untuk sumber-sumber anonim. Kesemuanya dibahas agak panjang lebar dalam buku Warp Speed (1999) pada bab "The Rise of Anonymous Sourcing" (h. 33-42) karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, ketika mereka membahas pemakaian sumber anonim pada kasus Monica Lewinsky.
Pada dasarnya, kita harus ingat bahwa sumber yang anonim tak memberi kesempatan pada audiens kita (pemirsa, pembaca, pendengar) untuk menentukan seberapa besar derajat kepercayaan mereka pada sumber bersangkutan. Ini praktek yang harus kita hindari karena kita harus bisa memberikan kesempatan kepada pembaca kita untuk menentukan sendiri; seberapa besar ia mau percaya pada suatu keterangan.
Seorang sumber anonim juga punya kecenderungan untuk lebih kurang bertanggungjawab ketimbang sumber yang sama tapi identitasnya disajikan dengan lengkap. Sumber anonim cenderung lebih sering "bernyanyi" --kedengarannya merdu, sensasional, tapi esensinya lebih kecil dari nyanyian.
Kita harus ekstra hati-hati dengan sumber yang minta diberi status anonim. Frase yang sering dipakai media Palmerah, "menurut sumber yang layak dipercaya" atau "konon" atau "katanya" --meminjam gurauan satiris kita Hamid Basyaib-- harusnya bisa kita artikan sebagai "sumber yang layak ditempeleng."
Jadi berpeganglah pada tujuh kriteria sumber anonim ala Kovach dan Rosenstiel. Seseorang bisa diberi status anonim bila ia memenuhi ketujuh syarat sebagai berikut:
1. Sumber tersebut berada pada lingkaran pertama "peristiwa berita" yang kita laporkan. Artinya, dia menyaksikan sendiri, atau terlibat langsung, dalam peristiwa tersebut. Dia bisa merupakan pelaku, korban atau saksi mata, tapi dia bukanlah orang yang mendengar dari orang lain. Dia bukan pihak ketiga yang melakukan analisis terhadap peristiwa itu. Dia bukan berada pada lingkaran kedua, ketiga, dan seterusnya.
2. Keselamatan sumber tersebut terancam bila identitasnya kita buka. Unsur "keselamatan" itu secara masuk akal bisa diterima akal sehat audiens kita. Artinya, entah nyawanya yang benar-benar terancam atau nyawa anggota keluarga langsungnya yang terancam (anak, istri, suami, orang tua, saudara kandung). Kalau sekedar "hubungan sosial" yang terancam, misalnya pertemanan, maka ia tak termasuk faktor "keselamatan." Kalau sekedar "kelangsungan pekerjaan" yang terancam, masih harus diperdebatkan lagi, apakah benar dia akan kehilangan pekerjaan, dan apakah dia akan sulit mendapat pekerjaan baru?
3. Motivasi sumber anonim memberikan informasi murni untuk kepentingan publik. Kita harus mengukur apa motivasi si sumber memberikan informasi. Banyak kasus di mana si sumber memberikan informasi dan minta status anonim untuk menghantam lawan atau orang yang tak disukainya. Banyak juga kasus di mana informasi anonim diberikan karena hal itu menguntungkan si sumber tapi ia mau sembunyi tangan.
4. Integritas sumber harus Anda perhatikan. Orang yang sering mengarang cerita atau terbukti pernah berbohong atau pernah menyalahgunakan status sumber anonim, tentu saja, jangan diberi kesempatan jadi sumber anonim Anda lagi. Periksalah integritas sumber Anda. Biasanya makin tinggi jabatan seseorang, makin sulit mempertahankan integritas dirinya, sehingga Anda harus makin hati-hati dengan status anonim. Kami praktis punya satu daftar hitam para pejabat atau mantan pejabat Indonesia yang tak boleh kita beri status anonim.
5. Harus seizin atasan Anda. Pemberian sumber anonim harus dilakukan dengan sepengetahuan dan seizin atasan Anda. Bagaimana pun juga, editor Anda yang harus bertanggungjawab kalau ada gugatan terhadap kinerja jurnalistik kita. Ini prinsip dalam pekerjaan jurnalisme. Editor punya hak veto terhadap suatu berita tapi si editor pula yang harus masuk penjara atau membayar denda bila kalah di pengadilan. Lebih baik kita berdebat duluan ketimbang ribut belakangan gara-gara suatu berita anonim digugat orang.
6. Ingat aturan Ben Bradlee. Bradlee adalah redaktur eksekutif harian The Washington Post zaman skandal Watergate. Bradlee pernah mengeluarkan sebuah aturan yang terkenal tentang pemakaian sumber anonim. Dia hanya mau meloloskan sebuah keterangan anonim kalau sumbernya minimal dua pihak yang independen satu dengan yang lain. Dalam film All the President's Men, Anda akan mengenali adegan di mana Bradlee minta reporter Bob Woodward agar sumber anonimnya ditambah --untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang sama.
7. Bill Kovach sendiri menambahkan satu syarat lagi. Kita harus membuat sangat jelas dengan calon sumber anonim kita bahwa perjanjian keanoniman akan batal dan nama mereka akan kita buka ke hadapan publik, bila kelak terbukti si sumber berbohong atau sengaja menyesatkan kita dengan informasinya. Ini perjanjian yang berat karena konsekuensinya bermacam-macam tapi kita harus menjelaskan pada sumber persyaratan ini.
Kami mohon tujuh syarat ini kita perhatikan sebaik-baiknya. Kebanyakan gugatan hukum muncul dari sumber anonim. Kita tak punya uang untuk membayar pengacara atau denda. Pantau adalah media kecil. Cara untuk menghindar dari keluarnya biaya besar ini adalah menjalankan prosedur jurnalisme dengan disiplin tinggi.
Banyak sumber juga tak tahu bahwa sumber anonim memiliki syarat-syarat. Kami harap Anda mau meluangkan waktu untuk menerangkan tujuh kriteria ini pada orang yang menghendaki status anonim. Dari pengalaman kami, setelah diterangkan panjang lebar, biasanya si sumber mengerti dan mau memberikan informasi dengan identitas lengkap (nama dan atribut). Mungkin informasinya tak spektakular tapi setidaknya ia bertanggungjawab terhadap informasi yang diberikannya.
Sumber : http://andreasharsono.blogspot.com/2005/02/tujuh-kriteria-sumber-anonim.html
Tentang Andreas Harsono
Penulis Jakarta, sedang menyelesaikan traveloque A Nation in Name: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism. Saya ikut mendirikan Persatuan Sais Dokar (Salatiga), Aliansi Jurnalis Independen, Institut Studi Arus Informasi (Jakarta), Yayasan Pantau (Jakarta) dan Southeast Asia Press Alliance (Bangkok). Pada 1999-2000, menjadi Nieman Fellow on Journalism di Universitas Harvard (Cambridge). Bekerja untuk International Consortium for Investigative Journalists (Washington DC) dan Human Rights Watch (New York). Jember, satu kota kecil di timur Pulau Jawa
Dr. Arun Gandhi, anak Manilal Gandhi (putra kedua Mahatma Gandhi) bercerita, pada saat usianya 16 tahun ia pernah berbohong kepada ayahnya. Saat itu ia terlambat menjemput ayahnya dengan alasan mobilnya belum selesai diperbaiki, padahal sesungguhnya mobil telah selesai diperbaiki hanya saja ia terlalu asyik menonton bioskop sehingga lupa akan janjinya.
Berikut ini kisahnya.
"Ketika berusia 16 tahun, saya dan dua adik perempuan saya tinggal bersama kedua orang tua saya di sebuah yayasan yang didirikan oleh kakek saya di tengah-tengah kebun tebu, 18 Km di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pendalaman dan tidak mempunyai tetangga. Oleh karena itu, setiap kali ada kesempatan pergi ke kota, pasti kami tidak akan melepaskan peluang dengan mengunjungi teman atau menonton film di bioskop.
Suatu hari ayah meminta saya mengantarnya ke suatu pertemuan. Pada waktu yang sama ayah juga meminta saya melakukan beberapa hal termasuk mengantar mobil untuk diservice di bengkel. Ketika sampai di tempat pertemuan/ konferensi, ayah berpesan, "Ayah akan tunggu kamu di sini jam 5 nanti." Setelah itu saya pun membawa mobil ke bengkel dan cepat-cepat menyelesaikan semua tugas yang di minta oleh ayah agar saya dapat mencuri waktu untuk menonton film.
Terlarut dalam menonton sampai 2 film, tanpa saya sadari jam sudah menunjukkan pukul 6.30 petang. Saya pun terburu-buru mengambil mobil di bengkel dan terus menjemput ayah. Dari jauh telah kelihatan ayah begitu sabar menunggu.
Saat memasuki mobil dengan tenang ayah bertanya. "Apa yang menyebabkan kamu terlambat, nak?"
Malu saya hendak mengaku bahwa saya terlambat karena asik nonton film. Spontan saya berbohong; "Lama menunggu di bengkel, mobilnya belum juga selesai."
Padahal, ternyata tanpa pengetahuan saya, rupa-rupanya ayah telah menelepon bengkel tersebut. Dan kini ayah tahu saya telah berbohong.
Dikutip dari tulisan Supardi Lee
Supardi Lee adalah seorang entrepreneur sukses, trainer berpengalaman, dan penulis. Bukunya diantaranya The Rich Plan, Achiever, Opportunity Quotient, Kerja Kecil. Setiap Kamis Pkl. 05.00 - 06.00 ia mengisi acara Power of Life di Radio Trijaya 104,6 FM. Ia bisa dihubungi di 0813.1990.8086 dan di supardiku@yahoo.com.
Saya berkenalan dengan Adam Khoo via Pak Tung Desem Waringin. Persisnya lewat buku Pak Tung: “Financial Revolution.“ Di buku hebat itu, Pak Tung memberi contoh kesuksesan Adam Khoo. Saya kemudian sangat beruntung bisa membeli buku Adam Khoo sendiri : ”Master Your Mind, Design Your Destiny”
Adam Khoo, orang Singapura. Waktu anak-anak, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura.
Di awal SMP, kebiasaan Adam tidak berubah. Akibatnya, ia mendapat peringkat 10 terburuk. Bayangkan saudara, menjadi peringkat 10 terburuk di SMP terburuk. Bagaimana buruknya itu.
Usia 13 tahun, ia mengikuti suatu program dari Ernest & Young. Dalam program itu, ia belajar apa yang namanya Neuro Linguistic Programme (NLP), Accelerated Learning, dan sebagainya.
Program ini benar-benar bermanfaat bagi Adam. Ia mulai mempraktekkan keterampilan barunya. Apa yang ia lakukan setelah kembali ke sekolah?
Adam Khoo
Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana.
Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.
Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.
Albert Enstein
Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.
Aristotle Onassis
Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.





















Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.